Minggu, 09 September 2007

assisted polination

ASSISTED POLINATION

assisted polination merupakan metode penyerbukan bantuan yang bertujuan meningkatkan produksi pada tanaman kelapa sawit yang berusia muda dengan cara mengurangi jumlah buah partenocarp.
Tahapan kerja yaitu :
pengambilan pollen.
Lakukan perhitungan jumlah bunga jantan yang terdapat dilahan. Jika pada 1 Ha lahan terdapat lebih dari 10 janjang maka bunga jantan pada lahan tersebut dapat diambil tetapi harus disisakan 10 janjang bunga jantan pada 1 ha lahan agar tidak menggangu proses penyerbukan pada tanaman yang diambil bunga jantannya. Pokok yang diambil bunga jantannya harus berumur minimal 10 tahun hingga tanaman tua. Pengambilan dilakukan pada pukul 09.00 WIB sampai 13.00 WIB. Hal ini dilakukan agar bungan jantan sudah mengeluarkan serbukn sari ( pollen) dan pollen belum berterbangan dihembus angin. Pengambilan bunga jantan dilakukan secara acak. Janjang bunga jantan yang akan diambil dibungkus terlebih dahulu dengan plastik dan diikat pada bagian tangkainya, agar pollen tidak berterbangan saat di potong. Setelah di potong janjang bunga jantan yang terbungkus tadi diguncang-guncang hingga semua pollen yang menempel terlepas. Jika seluruh pollen teleh terlepas dari janjangan maka janjangan dapat kita keluarkan sedangakan pollen harus segera dikirim ke balai penelitian. Pollen harus segera diantarkan ke balai penelitian karena hanya dapat bertahan lebih dari 4 jam pada suhu kamar. Pada balai penelitian pollen akan dianalisa untuk menentukan kadar viabilitasnya dan dicampur dengan bahan lain yaitu powder. Powder berfungsi untuk meminimalisir atau menghemat penggunaan pollen. Untuk pollen yang memiliki viabilitas 50-70% perbandingannya dengan powder yaitu 1:5dan untuk pollen yang memiliki viabilitas diatas 70 % perbandingannya dengan powder yaitu 1:10. pollen yang telah dianalisa terebut kemudian dikeringkan selama 12 jam lalu baru disimpam dalam lemari pendingan (freezer)untuk digunakan keesokan harinya.
penaburan pollen pada bunga betina
pemberian pollen pada bunga betina dilakukan pada pagi hari yaitu dari pukul 07.00 WIB – 11.00 WIB. Pemberian pollen sudah dapat diberikan pada pokok yang telah berumur 2,5 tahun hingga 7 tahun. Pemberian pollen dilakukan pada bunga betina yang antesis yaitu bunga betina yang sudah siap untuk dibuahi. Ciri-ciri bunga antesis yaitu berwarna putih kekuning-kuningan dan terdapat lendir pada bunganya. Seteleh janjang bunga betina diserbuki maka pada pelepah sawit ditulis tanggal dan bulan penyerbukan serta nomor kode pekerjanya untuk mempermudah pengawasan. Bunga yang telah diserbuki dapat dipanen setelah 5 bulan. Sistem kerja yang dipakai ialah D 4/5 harus dikerjakan dalam 4 hari.
Tujuan dilakukannya assisted polination yaitu untuk dapat mempercepat produksi dan memperbanyak produksi pada tanaman muda serta untuk mengurangi buah partenocarpi.
No
Tahapan kerja
Standart hasil
Alat yang dipergunakan
Aspek lingkungan yang dikendalikan
1
tentukan blok yang akan di aspol dan dibagi 3 bagian ( kapel ) kemudian tentukan jumlah tenaga kerja.
5 Ha/ HK/ Hari.
2
penyediaan polen sesuai kebutuhan.
Telah dikerjakan selama 12 jam dan disimpan dalam frezer
Egrek, kantong plastik, ayakan, oven, termometer dan frezer.
3
sediakan alat aspol
tersedia dan layak pakai.
Botol dot bayi, selang plastik, pipa logam, bambu, notes, pulpen dan paku.
4
Hitung jumlah kebutuhan polen untuk kebutuhan perhari.
Sesui dengan kebutuhan.
Alat tulis.
5
Polen dibagi ke pekerja setelah dimasukkan ke dalam botol dot dan telah di campur dengan talc.
Polen dicampur dengan talc 1:10 tidak menggumpal dan tidak terlalu penuh setiap botol.
Takaran dan corong.
6
Polen dihembuskan ke bunga betina yang receptif.
Penghembusan harus merata ke semua bunga betina receptif.
Botol dot, selang plastik, pipa logam.
7
Pengawasan oleh mandor aspol, mandor 1 dan asisten.
Semua bunga betina receptif di serbuki merata.
8
sisa polen dari lapangan di simpan dan dimasukkan ke dalam frezer.
Tidak ada polen yang terbuang.
9
buat laporan hasil kerja.
Laporan harus sesui dengan aktual.
Alat tulis
Untuk mengetahui perbandingan antara tanaman hasil aspol (Assisted polination ) dilakukan fruit set. Fruit set merupakan kegiatan analisa hasil produksi setiap tanaman baik tanaman aspol maupun non aspol dimana pada kegiatan ini dilakukan penghitungan bert janjang, jumlah buah dan berat buah untuk mengetahui keberhasilan sistem aspol (Assisted polination ).
Cara kerjanya yaitu sebagai berikut :
Ambil janjangan sample dari tanaman aspol dan non aspol sebanyak 12 janjang setiap tanaman. Pengambilan saple dilakukan secara acak dimana pada setiap blok diambil 6 janjang buah, setiap 10 baris diambil satu janjang buah sample. Buah yang diambil merupakan buah yang telah matang.
setiap janjang sample ditimbang dan di catat berat janjangan, nomor blok, jumlah brondolan yang lepas serta beratnya dan tanggal pengambilannya.
sample diletakkan di lantai yang telah dialasi oleh goni plastik lalu buah dipisahkan dari janjangannya dengan menggunakan arit.
setelah buah terpisah dari janjangan kemudian buah di seleksi, dimana antara buah brondol potong, buah partenocarpi dan buah kering di pisahkan serta dihitung masing-masing jumlah/biji dan beratnya.
Contoh :
Tahun tanam
blok
sample
Berat JJG
KG
Brondol normal
Buah pharteno C
Buah kering
Total KG
% fruit set

Tidak ada komentar: